Dalam desah hembus angin pagi menyapa
Mengetuk sendi tubuhku menari
Sudah lama aku lupa tersenyum pada bunga
Jiwaku terlalu sibuk menggapai matahari
Terkubur waktu menghitung detaknya terus melaju
Terbersit rindu mengurai kalbu
Berlabuh cinta dalam untaian kata
Duhai angin… ijinkan aku menyapa
Pada sang pujangga di pesisir timur negeri
Tempat sampan menari dengan ombak
Kabarkan padanya…
Tidak sedikitpun jiwaku mati
Aku masih di sini
Menikmati embun dari jendela terbuka setiap pagi
Filed under: Ruang Puisi | Leave a Comment »









